Berita Terbaru

Bos BEI Harap Bank Syariah Indonesia Perkuat Kapitalisasi Industri Pasar Modal

Mea-new.net, Jakarta – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan kehadiran Bank Syariah Indonesia yang tercatat di BEI dengan kode saham BRIS patut disambut baik. BRIS, menurut Inarno, bisa menjadi pilihan investasi yang sangat menarik bagi investor. Pasalnya, emiten ini termasuk satu dari sepuluh saham syariah dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Berdasarkan catatan […]

Mea-new.net, Jakarta – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan kehadiran Bank Syariah Indonesia yang tercatat di BEI dengan kode saham BRIS patut disambut baik.

BRIS, menurut Inarno, bisa menjadi pilihan investasi yang sangat menarik bagi investor. Pasalnya, emiten ini termasuk satu dari sepuluh saham syariah dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI.

Berdasarkan catatan BEI, BRIS menjadi salah satu emiten dengan kinerja saham terbaik sepanjang 2020 dengan kenaikan harga saham 582 persen dari Rp 330 menjadi Rp 2.250 per lembarnya.

“Kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk, tentunya memberikan harapan yang besar dalam mendorong kemajuan dan keuangan syariah nasional, termasuk penguatan aset dan kapitalisasi

Baca Juga: Erick Thohir Cerita Dibisiki Jokowi: Logo Bank Syariah Indonesia Bagus, tapi…

Selama lima tahun terakhir, kata dia, pasar modal syariah Indonesia tumbuh positif, di mana jumlah saham syariah meningkat signifikan 33 persen dari 318 saham syariah pada 2015 menjadi 426 saham per 22 Januari 2021, atau 60 persen dari saham tercatat di BEI.

“Dengan kapitalisasi Rp3,5 triliun atau 47,5 persen dari total kapitalisasi pasar saham BEI,” ujar Inarno.

Setelah diresmikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo di Istana Negara, kali ini PT Bank Syariah Indonesia Tbk turut memperkenalkan diri kepada para investor dan pelaku pasar modal dalam kegiatan bertajuk IDX Debut di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Bank Syariah Indonesia berstatus sebagai perusahaan BUMN terbuka dan tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia dengan kode BRIS. Komposisi pemegang saham Bank Syariah Indonesia terdiri dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 50,95 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) 24,91 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,29 persen, DPLK BRI – Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Bank Syariah Indonesia bisa membawa kepastian soal adanya keberpihakan dan kesetaraan untuk pelaku pasar yang percaya dengan industri finansial syariah di Indonesia. Kehadiran bank syariah pelat merah itu, disebut Erick, telah sesuai dengan peta jalan Kementerian BUMN yang hendak menghadirkan lebih banyak lagi perusahaan negara berdaya saing global.

“Karena itu saya berharap tentu amanah yang diberikan, Pak Hery bersama jajaran direksi dan komisaris ini, kita harus jaga. Kita harus memastikan dengan adanya Bank Syariah Indonesia ada keberpihakan dan kesetaraan untuk market yang percaya dengan industri finansial syariah.

[SUMBER TEMPO.CO]: https://bisnis.tempo.co/read/1429683/bos-bei-harap-bank-syariah-indonesia-perkuat-kapitalisasi-industri-pasar-modal/full&view=ok.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Trend

To Top