Berita Terbaru

Sikap Presiden Jokowi Dinilai Aneh apabila Tak Tandatangani UU Cipta Kerja

MEA-News.net – Peneliti dan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies ( CSIS) Arya Fernandes meyakini Presiden Joko Widodo akan menandatangani naskah Undang-undang Cipta Kerja dalam waktu dekat. Menurut Arya, akan terlihat aneh jika UU yang diusulkan pemerintah tersebut tidak ditandatangani presiden. “Maka akan aneh, lucu kalau presiden tidak menandatangani itu, kenapa? Pertama adalah […]

MEA-News.net – Peneliti dan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies ( CSIS) Arya Fernandes meyakini Presiden Joko Widodo akan menandatangani naskah Undang-undang Cipta Kerja dalam waktu dekat.

Menurut Arya, akan terlihat aneh jika UU yang diusulkan pemerintah tersebut tidak ditandatangani presiden.

“Maka akan aneh, lucu kalau presiden tidak menandatangani itu, kenapa? Pertama adalah ini UU yang diusulkan presiden, oleh pemerintah. Presiden menerbitkan surpres agar segara dibahas di parlemen,” kata Arya saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/11/2020).

Arya juga mengatakan, dalam beberapa kesempatan Presiden Jokowi menunjukkan sikapnya agar DPR segera mengebut pembahasan RUU Cipta Kerja.

Oleh karenanya, ia menilai, kecil kemungkinan presiden tidak menandatangani UU Cipta Kerja.

“Jadi saya melihat kecil kemungkinan presiden untuk tidak menandatangani. Bahkan, kecil kemungkinan presiden menerbitkan perpu,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Arya, saat ini Presiden Jokowi menunggu waktu yang tepat untuk menandatangani UU Cipta Kerja, mengingat hari ini masih terjadi aksi demo menolak UU tersebut di sekitar Istana Negara.

“Karena hari ini ada demo buruh kan, jadi presiden menunggu waktu yang pas,” pungkasnya.

Untuk diketahui, omnibus law RUU Cipta Kerja telah disetujui menjadi undang-undang dalam rapat paripurna, Senin (5/10/2020).

Empat minggu berselang, hingga hari ini Presiden Jokowi belum menandatangani UU Cipta Kerja.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ade Irfan Pulungan menyatakan UU tersebut akan berlaku dengan sendirinya sejak 30 hari pengesahan di DPR, meskipun presiden tak menandatanganinya.

“Sesuai dengan regulasi yang ada setelah diterima presiden dalam waktu 30 hari, Presiden kan diberi kesempatan untuk menandatangani undang-undang,” kata Irfan saat dihubungi, Kamis (15/10/2020).

“Ditandatangani atau tidak undang-undang kan tetap harus berlaku kan. Itu kan regulasi,” ujar dia.

Hal itu pun diatur dalam Pasal 73 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011. UU itu disahkan oleh presiden dengan membubuhkan tanda tangan dalam jangka waktu paling lama 30 hari terhitung sejak UU tersebut disetujui bersama oleh DPR dan presiden.

Kemudian, Pasal 73 ayat (2) menyatakan dalam hal UU tidak ditandatangani oleh presiden dalam waktu paling lama 30 hari terhitung sejak disetujui bersama, UU tersebut sah menjadi dan wajib diundangkan.

“Kalau memang itu menjadi urgensi undang-undang ya pasti ditandatangani. Yang jelas ini sudah final prosesnya di DPR,” ucap Irfan.

“Sudah disahkan di DPR. Dengan melihat situasi itu tentunya Presiden akan melihat UU tersebut untuk bisa diterbitkanlah dan dipublikasikan ke publik,” kata dia.

[SUMBER KOMPAS.COM]

Content retrieved from: https://nasional.kompas.com/read/2020/11/02/11500781/sikap-presiden-jokowi-dinilai-aneh-apabila-tak-tandatangani-uu-cipta-kerja?page=all#page2.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kata Dokter soal Pentingnya Vaksinasi buat Orang Dewasa | Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Trend

To Top